Proses Ekstrusi Aluminium & Fabrication
Produk Keren Berasal Dari Desain Sederhana
Engineering & Design
Setiap proses aluminium extrusion dan aluminium fabrication diawali dengan tahapan Engineering & Design untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan menjadi gambar teknik, desain profil aluminium, dan spesifikasi produk yang siap diproduksi. Pada tahap ini, tim engineering melakukan analisis terhadap bentuk profil, dimensi, fungsi, toleransi, jenis alloy, finishing, serta kebutuhan aplikasi agar setiap desain dapat diproduksi secara efisien dan memenuhi standar kualitas.
Sebelum memasuki proses manufaktur, dilakukan proses dimension verification untuk memastikan seluruh ukuran, toleransi, dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan kebutuhan produk. Verifikasi ini membantu menjaga akurasi desain sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan selama proses produksi sehingga menghasilkan profil aluminium yang presisi dan konsisten.
Hasil dari proses engineering kemudian menjadi acuan dalam pembuatan extrusion dies (cetakan), pemilihan material, serta perencanaan seluruh tahapan produksi. Dengan perencanaan yang tepat, proses manufaktur dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan produk aluminium berkualitas tinggi yang sesuai dengan spesifikasi serta kebutuhan aplikasi pelanggan.
Peleburan
Proses peleburan merupakan tahapan awal dalam industri aluminium extrusion yang berperan penting dalam menentukan kualitas material sebelum memasuki proses produksi berikutnya. Pada tahap ini dilakukan peleburan campuran bahan baku yang terdiri dari pig ingot, scrap aluminium, serta penambahan unsur paduan seperti Magnesium (Mg), Mangan (Mn), dan Silikon (Si) sesuai dengan komposisi alloy yang diinginkan. Seluruh material dilebur secara terkontrol untuk menghasilkan billet aluminium dengan berbagai ukuran, spesifikasi, dan tingkat kekerasan yang memenuhi standar kualitas sebagai bahan baku utama pada proses extrusion.
Billets
Billet aluminium merupakan hasil dari proses peleburan dan menjadi bahan baku utama dalam proses aluminium extrusion. Billet yang dihasilkan adalah jenis Alloy 6063 dan Alloy 6061 yang dipilih sesuai kebutuhan aplikasi, karakteristik mekanis, serta spesifikasi produk yang akan dihasilkan. Kualitas billet menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas akhir profil aluminium yang diproduksi.
Sebelum billet memasuki proses extrusion, setiap batch terlebih dahulu melalui pengujian komposisi kimia menggunakan mesin spektrometer untuk memastikan kandungan setiap unsur alloy memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Pengujian ini dilakukan untuk menjaga konsistensi material sehingga setiap billet memiliki komposisi yang sesuai dengan spesifikasi produk.
Jenis alloy yang digunakan akan menentukan karakteristik material, kekuatan, ketahanan korosi, kemudahan proses finishing, serta aplikasi akhir dari profil aluminium yang dihasilkan. Kami menggunakan dua jenis alloy yang paling banyak digunakan dalam industri aluminium extrusion, yaitu Alloy 6063 dan Alloy 6061.
Alloy 6063
Alloy 6063 merupakan jenis aluminium alloy yang paling banyak digunakan dalam industri aluminium extrusion karena memiliki kualitas permukaan yang sangat baik, mudah dibentuk, memiliki ketahanan korosi yang tinggi, serta sangat sesuai untuk proses anodizing maupun powder coating. Karakteristik tersebut menjadikan Alloy 6063 sebagai pilihan utama untuk berbagai aplikasi arsitektur dan kebutuhan konstruksi yang mengutamakan kualitas finishing serta tampilan permukaan.
Aplikasi: Profil arsitektur, kusen pintu dan jendela aluminium, curtain wall, aluminium composite system, komponen elektronik, produk industri dan teknik, berbagai aplikasi umum berbasis aluminium.
Alloy 6061
Alloy 6061 dikenal memiliki kekuatan struktur dan sifat mekanis yang lebih tinggi dibandingkan Alloy 6063. Salah satu temper yang paling umum digunakan adalah T6, yaitu material yang telah melalui proses heat treatment dan artificial aging untuk meningkatkan kekuatan, kekerasan, serta ketahanan terhadap beban mekanis. Alloy ini banyak digunakan untuk aplikasi yang memerlukan kekuatan struktur dan daya tahan yang lebih tinggi.
Aplikasi: Tiang pemanen kelapa sawit, rangka sepeda, komponen mesin, struktur industri, peralatan teknik dan fabrikasi, komponen konstruksi dengan beban tinggi.
Cetakan Aluminium
Moulding, dies, atau cetakan aluminium dirancang dan diproduksi sesuai dengan kebutuhan desain serta spesifikasi teknis setiap pelanggan. Ketelitian dalam proses perancangan dies menjadi faktor penting karena secara langsung memengaruhi bentuk profil, dimensi, kualitas permukaan, serta tingkat presisi hasil pada proses aluminium extrusion.
Setiap dies menjalani proses pemeriksaan dan perawatan secara berkala untuk menjaga performa selama proses produksi. Pemeliharaan rutin dilakukan agar hasil extrusion tetap konsisten, memenuhi standar kualitas, serta berada dalam batas toleransi dimensi yang telah ditentukan.
Biaya pembuatan dies disesuaikan dengan kompleksitas desain, ukuran profil, dimensi, dan kebutuhan teknis produk yang akan diproduksi. Untuk pengembangan profil aluminium baru atau kebutuhan desain khusus (custom aluminium extrusion), silakan menghubungi kami melalui info@aluminium.co.id untuk mendapatkan konsultasi teknis tanpa biaya.
Proses Aluminium Ekstrusi
Proses ini mirip seperti menekan pasta gigi keluar dari wadahnya untuk menghasilkan bentuk profil yang konsisten.
- 01 Persiapan Cetakan (Die) — Cetakan baja paduan khusus (die) dibuat menggunakan mesin CNC presisi sesuai dengan desain penampang yang diinginkan customer.
- 02 Pemanasan Bahan Baku (Billet) — Batangan silinder aluminium (billet) dipanaskan di dalam oven hingga suhu ideal sekitar 400°C–500°C agar melunak tetapi tidak sampai mencair.
- 03 Penekanan (Extrusion Press) — Billet yang sudah melunak dimasukkan ke dalam kontainer mesin, lalu ditekan oleh piston hidrolik berkekuatan tinggi melintasi lubang cetakan (die).
- 04 Pendinginan (Quenching) — Profil aluminium panjang yang keluar dari cetakan langsung didinginkan secara cepat menggunakan embusan udara atau semprotan air dingin.
- 05 Peregangan (Stretching) — Setelah dingin, profil ditarik secara mekanis menggunakan mesin stretcher untuk meluruskan distorsi serta menghilangkan tegangan sisa di dalam logam.
- 06 Pemotongan Awal (Sawing) — Profil panjang dipotong menggunakan gergaji melingkar menjadi panjang standar, biasanya sekitar 6 meter, agar lebih mudah dipindahkan.
Pengerasan (Aging)
Aging merupakan proses pengerasan pada profil aluminium hasil extrusion melalui pemanasan pada suhu rendah (heat treatment) untuk meningkatkan kekuatan dan sifat mekanis material. Tahapan ini dilakukan setelah proses ekstrusi agar profil aluminium mencapai tingkat kekerasan yang sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan aplikasi.
Proses pemanasan umumnya dilakukan pada kisaran suhu 225°F hingga 350°F dengan durasi sekitar 5 hingga 36 jam, bergantung pada jenis alloy, ketebalan profil, serta jumlah material yang diproses. Pengendalian suhu dan waktu pemanasan dilakukan secara terkontrol untuk memperoleh hasil pengerasan yang konsisten.
Material diproses sesuai dengan tingkat kekerasan (temper) yang diminta oleh pelanggan atau spesifikasi produk, di antaranya:
- T5: 11–13 Webster
- T6: 14–16 Webster
Melalui proses aging yang tepat, profil aluminium memiliki kekuatan, stabilitas dimensi, dan performa mekanis yang lebih baik sehingga siap untuk memasuki proses fabrikasi maupun finishing sesuai kebutuhan produk.
Pabrikasi dan Perakitan
Setelah profil aluminium berwujud batangan lurus yang kuat, proses fabrikasi dilakukan untuk memprosesnya lebih lanjut menjadi barang jadi.
- Pemotongan Presisi — Batangan profil dipotong kembali menggunakan gergaji miter atau mesin CNC saw dengan akurasi ukuran yang sangat ketat sesuai spesifikasi produk akhir.
- Pengeboran & Pembuatan Lubang — Membuat lubang untuk baut, sekrup, atau jalur kabel menggunakan mesin bor otomatis atau mesin punching press.
- Pemesinan CNC — Menggunakan mesin CNC milling atau router untuk membentuk lekukan rumit, mengikis material, atau membuat ukiran presisi tinggi pada bagian tertentu.
- Pembengkokan — Mengubah profil lurus menjadi melengkung atau membentuk sudut tertentu menggunakan metode roll bending atau stretch bending tanpa merusak struktur internal aluminium.
- Penyambungan & Pengelasan — Menyatukan beberapa komponen aluminium menggunakan pengelasan khusus seperti TIG/MIG welding atau penyambungan mekanis seperti sekrup, rivet, dan lem industri.
Finishing Permukaan
Finishing Permukaan (Surface Treatment): Memberikan tampilan visual dan perlindungan karat tambahan. Proses finishing yang populer meliputi:
Anodisasi
Anodisasi (Anodizing) merupakan proses pembentukan lapisan oksida pelindung pada permukaan profil aluminium melalui proses elektrokimia. Lapisan oksida ini berfungsi untuk menutup pori-pori permukaan aluminium sehingga meningkatkan ketahanan terhadap korosi, abrasi, perubahan warna, serta memperpanjang usia pakai produk. Selain memberikan perlindungan, proses anodisasi juga menghasilkan tampilan permukaan aluminium yang lebih rapi, seragam, dan berkualitas.
Ketebalan lapisan anodisasi disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, lingkungan penggunaan, serta tingkat perlindungan yang diinginkan. Semakin tinggi ketebalan lapisan anodisasi, semakin baik pula ketahanan terhadap korosi, abrasi, dan pengaruh cuaca. Berikut rekomendasi ketebalan lapisan anodisasi:
- 10 Microns (INCA Quality) — Interior. Direkomendasikan untuk aplikasi interior atau area yang tidak terpapar langsung oleh cuaca dan sinar matahari. Ketebalan ini memberikan perlindungan yang baik terhadap abrasi ringan dan korosi dengan kebutuhan perawatan yang relatif rendah.
- 18 Microns — Eksterior. Direkomendasikan untuk aplikasi eksterior, seperti fasad bangunan, kusen, pintu, dan jendela aluminium yang terpapar kondisi lingkungan luar. Lapisan ini memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap abrasi, korosi, hujan, serta paparan sinar matahari, sekaligus lebih mudah dibersihkan karena debu dan air tidak mudah menempel pada permukaannya.
- 22 Microns — Industri Berat. Direkomendasikan untuk aplikasi dengan kebutuhan perlindungan yang lebih tinggi, termasuk lingkungan industri maupun area dengan tingkat korosi yang lebih berat. Ketebalan ini memberikan ketahanan abrasi, perlindungan korosi jangka panjang, serta daya tahan permukaan yang lebih optimal sehingga produk aluminium dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Pelapisan Cat Aluminium
Pelapisan cat aluminium (Powder Coating) merupakan proses pelapisan permukaan profil aluminium menggunakan bubuk cat khusus (powder coating) yang disemprotkan secara elektrostatis sehingga partikel cat menempel secara merata pada permukaan aluminium. Setelah proses penyemprotan, material dipanaskan di dalam oven pada suhu tertentu hingga lapisan cat meleleh, menyatu, dan mengeras sehingga menghasilkan daya rekat yang kuat serta lapisan akhir yang tahan lama.
Proses powder coating tidak hanya memberikan tampilan akhir yang lebih rapi dan menarik, tetapi juga meningkatkan ketahanan permukaan terhadap korosi, abrasi, cuaca, serta paparan sinar ultraviolet (UV). Berbagai pilihan warna dan tingkat kilap (gloss level) tersedia untuk memenuhi kebutuhan aplikasi arsitektur, industri, maupun proyek komersial dengan kualitas finishing yang konsisten.
Kontrol Kualitas
Kontrol kualitas (Quality Control) merupakan tahapan akhir dalam proses produksi untuk memastikan setiap profil aluminium hasil extrusion memenuhi standar kualitas sebelum memasuki proses pengepakan dan pengiriman. Tim Quality Control (QC) melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dimensi, kualitas permukaan, tingkat kekerasan, warna, serta kesesuaian spesifikasi produk agar setiap hasil produksi memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Setiap produk diperiksa menggunakan prosedur inspeksi yang terstandarisasi untuk memastikan konsistensi kualitas, ketepatan ukuran, serta kesiapan produk sebelum diterima oleh pelanggan. Dalam proses pengendalian mutu, kami mengacu pada berbagai standar industri yang diakui secara internasional, termasuk ASTM, JIS, dan SII, sebagai bagian dari komitmen kami dalam menjaga kualitas produk aluminium yang andal dan konsisten.
Pengepakan & Pengiriman
Pengepakan dan pengiriman merupakan tahapan akhir dalam proses produksi untuk memastikan setiap profil aluminium tiba di lokasi pelanggan dalam kondisi aman dan sesuai standar kualitas. Metode pengepakan disesuaikan dengan jenis produk, dimensi, tujuan pengiriman, serta kebutuhan perlindungan selama proses penyimpanan dan transportasi.
Beberapa metode pengepakan yang kami sediakan antara lain:
- Pengikatan material pada sisi kanan, tengah, dan kiri menggunakan pelindung kertas untuk mengurangi risiko goresan selama proses penanganan.
- Pengepakan menggunakan plastik sebagai perlindungan dasar terhadap debu, kotoran, dan kelembapan.
- Pengepakan menggunakan plastik dan karung plastik untuk memberikan perlindungan tambahan selama proses distribusi.
- Pengepakan lengkap menggunakan plastik interleaf, karton (kardus), bubble wrap, dan karung plastik, khususnya untuk pengiriman luar kota atau jarak jauh, sehingga material tetap terlindungi dan sampai di gudang pelanggan dalam kondisi baik.
Setiap metode pengepakan dirancang untuk menjaga kualitas permukaan aluminium, meminimalkan risiko kerusakan selama proses pengiriman, serta memastikan produk diterima pelanggan dalam kondisi siap digunakan.
Indonesia
English